Jun 14, 2024 Last Updated 8:34 AM, May 27, 2024

3. Sejarah (Binatang)

Published: May 27, 2024

Edisi 3 Bacaan Bumi bermesraan dengan binatang (selain manusia). Kita mencintai mereka, tapi juga memperlakukannya secara kejam. Anjing dipotong untuk dimakan. Harimau, raja mamalia, mati kelaparan di kebon binatang karena anggaran dirasakan habis. Ratusan spesies Indonesia terancam punah.

Siapa yang mendengarkan jeritan mereka? Penyayang binatang, tentu. Tetapi peneliti di universitas? Sejarawan? Tunggu dulu. Profesor ilmu budaya di seluruh dunia rata-rata lebih mementingkan perasaan manusia. Seolah kita sendirian di alam ini. Kita bersikap Antroposentris. 

Abdul Wahid mengusulkan cara lain. Manusia bukanlah satu-satunya makhluk berperasaan di dunia ini. Critical Animal Studies, bidang studi baru, menolak Antroposentrisme dan membayangkan masa depan yang bersahabat dengan sesama binatang.

Gerry van Klinken menunjukkan mengapa binatang perlu juga diteliti di fakultas ilmu budaya. Kita dapat belajar hal baru mengenai diri kita manusia. Studi tentang perilaku binatang mengalami “revolusi” selama tiga-empat dasawarsa terakhir ini. Daripada murni dipraktekkan biolog, peminatnya meluas hingga berlatar-belakang sejarah, antropologi, sosiologi, dan filsafat.

Ternyata binatang memperlihatkan perilaku moral. Banyak binatang sosial (seperti orang utan, serigala, lumba-lumba, dan sejumlah burung) bekerjasama tanpa pamrih, menyingkap rasa empati bagi sesama, dan menegakkan kesetaraan secara adil. Mereka adalah subyek dengan budaya sendiri.

Simaklah edisi baru ini! Kirimlah tanggapan ke editor@insideindonesia.org.

Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis

Latest Articles

Labouring in vain?

May 03, 2024 - HASNA A. FADHILAH

The Labour Party (Partai Buruh) was revived in the wake of opposition to the Omnibus Law on Job Creation, but failure in the 2024 election shows they failed to connect...

Book review: Uncovering Suharto's Cold War

Apr 19, 2024 - VIRDIKA RIZKY UTAMA

Film review: Inheriting collective memories through 'Eksil'

Apr 12, 2024 - WAHYUDI AKMALIAH

A documentary embraced by TikTokers is changing how young people understand Indonesia’s past

Indonesians call for climate action through music

Apr 11, 2024 - JULIA WINTERFLOOD

Self-education and lived experience of the impacts of climate change, are driving a grassroots environmental movement

Book review: Clive of Indonesia

Apr 05, 2024 - DUNCAN GRAHAM

Subscribe to Inside Indonesia

Receive Inside Indonesia's latest articles and quarterly editions in your inbox.

Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis – sebuah suplemen Inside Indonesia

Lontar Modern Indonesia

Lontar-Logo-Ok

 

A selection of stories from the Indonesian classics and modern writers, periodically published free for Inside Indonesia readers, courtesy of Lontar.