Mar 30, 2020 Last Updated 5:37 AM, Mar 27, 2020

Budaya populer queer

Published: Jan 26, 2020
English version

Teguh Wijaya Mulya

Budaya populer Korea dan Jepang - yang akhir-akhir ini makin digemari di Indonesia - telah membuka ruang baru bagi remaja untuk belajar keragaman ekspresi gender. Para fans Indonesia tidak hanya mengikuti kehidupan idola Korea lewat media sosial, membaca komik bromance Jepang, atau berdandan ala karakter kesukaan (dikenal dengan cosplay), namun juga membangun komunitas, menulis cerita fiksi, serta bermain peran dengan cara membuat akun Twitter palsu idolanya lalu menjalin relasi sesama (fans). Ekspresi maskulinitas yang lembut dan ramah - seperti ditampilkan para idola Korea - telah menjadi standar baru kelelakian bagi para fans ini. Komik bromance dan cosplay jenis kelamin berbeda (crossplay) juga begitu populer dan relatif tidak dipermasalahkan di kalangan fans. Namun, patriarki dan heteronormativitas tidak menyerah begitu saja. Dengan cepat hal-hal baru ini dikotakkan kembali ke ranah fantasi dan hiburan semata; menjadi tidak berlaku jika diterapkan di dunia nyata. Seperti dituturkan beberapa fans, misalnya, penggemar bromance tetap saja banyak yang homofobik di kehidupan sehari-hari. Bagaimana pun juga, budaya populer tetap adalah peluang bagi ruang resistensi yang menjanjikan, terutama seiring makin tipisnya batasan antara dunia maya dan nyata.

Teguh Wijaya Mulya adalah dosen di Indonesia. Dia mengucapkan terima kasih kepada para fans yang amat antusias berbagi cerita-cerita mereka dalam proses penulisan artikel ini.

Inside Indonesia 139: Jan-Mar 2020

Latest Articles

Book Review: The Tasman Map

Mar 27, 2020 - RON WITTON

State Library of NSW

A whistleblowing culture

Mar 24, 2020 - BITRA SUYATNO

'The Community Can Play a Role In Eradicating Corruption' / http://indonesiabaik.id

The assumption of the importance of financial reward has held back work to eradicate corruption in Indonesia

Natural farming in Yogyakarta

Feb 19, 2020 - DIMAS DWI LAKSMANA, WARDHA ANDRIYUNI & FUAD LANGGARA

/ Oktavianus Kurniadi Prasetyo

A new movement connects with nature and tradition to foster independent, environmentally aware farmers

Small island life

Jan 16, 2020 - MOHAMAD RACHMADIAN NAROTAMA

Javanese-born transmigration farmers cross from Ranai Island to Sedanau Island to sell vegetables on a daily basis / Narotma, 2017

Remote island communities are fighting for greater autonomy and more suitable, fair development

Lost Lasem

Jan 07, 2020 - VANIA DJUNAIDI

Tiongkok Kecil Heritage Lasem – Jl. Karangturi / Author

Photo essay

Subscribe to Inside Indonesia

Receive Inside Indonesia's latest articles and quarterly editions in your inbox.

 


Lontar Modern Indonesia

Lontar-Logo-Ok

 

A selection of stories from the Indonesian classics and modern writers, periodically published free for Inside Indonesia readers, courtesy of Lontar