Feb 24, 2020 Last Updated 11:37 PM, Feb 23, 2020

Budaya populer queer

Published: Jan 26, 2020
English version

Teguh Wijaya Mulya

Budaya populer Korea dan Jepang - yang akhir-akhir ini makin digemari di Indonesia - telah membuka ruang baru bagi remaja untuk belajar keragaman ekspresi gender. Para fans Indonesia tidak hanya mengikuti kehidupan idola Korea lewat media sosial, membaca komik bromance Jepang, atau berdandan ala karakter kesukaan (dikenal dengan cosplay), namun juga membangun komunitas, menulis cerita fiksi, serta bermain peran dengan cara membuat akun Twitter palsu idolanya lalu menjalin relasi sesama (fans). Ekspresi maskulinitas yang lembut dan ramah - seperti ditampilkan para idola Korea - telah menjadi standar baru kelelakian bagi para fans ini. Komik bromance dan cosplay jenis kelamin berbeda (crossplay) juga begitu populer dan relatif tidak dipermasalahkan di kalangan fans. Namun, patriarki dan heteronormativitas tidak menyerah begitu saja. Dengan cepat hal-hal baru ini dikotakkan kembali ke ranah fantasi dan hiburan semata; menjadi tidak berlaku jika diterapkan di dunia nyata. Seperti dituturkan beberapa fans, misalnya, penggemar bromance tetap saja banyak yang homofobik di kehidupan sehari-hari. Bagaimana pun juga, budaya populer tetap adalah peluang bagi ruang resistensi yang menjanjikan, terutama seiring makin tipisnya batasan antara dunia maya dan nyata.

Teguh Wijaya Mulya adalah dosen di Indonesia. Dia mengucapkan terima kasih kepada para fans yang amat antusias berbagi cerita-cerita mereka dalam proses penulisan artikel ini.

Inside Indonesia 139: Jan-Mar 2020

Latest Articles

Natural farming in Yogyakarta

Feb 19, 2020 - DIMAS DWI LAKSMANA, WARDHA ANDRIYUNI & FUAD LANGGARA

/ Oktavianus Kurniadi Prasetyo

A new movement connects with nature and tradition to foster independent, environmentally aware farmers

Small island life

Jan 16, 2020 - MOHAMAD RACHMADIAN NAROTAMA

Javanese-born transmigration farmers cross from Ranai Island to Sedanau Island to sell vegetables on a daily basis / Narotma, 2017

Remote island communities are fighting for greater autonomy and more suitable, fair development

Lost Lasem

Jan 07, 2020 - VANIA DJUNAIDI

Tiongkok Kecil Heritage Lasem – Jl. Karangturi / Author

Photo essay

Pious bikies

Dec 19, 2019 - WASISTO RAHARJO JATI

Members circulate invitations through social media such as WhatsApp and Telegram/ Bikers Subuhan Jogja Facebook Group

Yogyakarta’s Dawn Prayer Bikers are converting an outlaw tradition into a prayer ritual

Fiction: Pasung

Nov 22, 2019 - MAYESTICA DE JONG

/ Andrea Star Reese for Human Rights Watch

  His gaze is fixated on an indeterminate spot behind me, his arms hang loosely by his sides. Wearing nothing but a pair of faded black shorts, his ribs and collar...

Subscribe to Inside Indonesia

Receive Inside Indonesia's latest articles and quarterly editions in your inbox.

 


Lontar Modern Indonesia

Lontar-Logo-Ok

 

A selection of stories from the Indonesian classics and modern writers, periodically published free for Inside Indonesia readers, courtesy of Lontar