Tonggak-tonggak agama di Indonesia
abad ke-5: Kerajaan Hindu di Jawa barat dan Kalimantan timur.
abad ke-7–abad ke-11: Kerajaan Sriwijaya (Budhis) di Sumatra selatan.
abad ke-8–ke-9: Kerajaan Budhis dan Hindu di Jawa tengah. Candi Borobudur
dan Prambanan didirikan.
abad ke-10: Kerajaan Hindu di Bali.
1293: Kerajaan Majapahit di Jawa timur (Hindu).
akhir abad ke-13: Raja di Aceh masuk agama Islam.
1478: Kerajaan Majapahit dikalahkan oleh Kerajaan Demak (Islam).
abad ke-16: Agama Kristen dan Katolik diperkenalkan lewat pedagang Portugal,
Spanyol, Inggris dan Belanda.
1912: Muhammadiyah, organisasi Islam massa didirikan.
1920: ISDV (organisasi Marksis pertama di Indonesia) menjadi Partai Komunis
Indonesia (PKI).
1926: Nahdlatul Ulama, organisasi Islam massa didirikan.
1945, 7 Augustus: Gerakan Darul Islam mendeklarasikan Negara Islam Indonesia.
1945, 17 Augustus: Sukarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.
Setelah perdebatan yang hangat, bagian yang berbunyi ‘dengan kewajiban
menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ dari Piagam Jakarta
tidak tercantum pada Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 (lihat halaman 18). Sila
pertama dari Pancasila, ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, berarti Indonesia
bukan Negara Islam dan bukan juga Negara Sekular.
1956: Pemberontakan suku Dayak Ngaju menuntut hak atas tanah mereka dan pengakuan
agama Dayak.
1965: Penetapan Presiden menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat enam agama
resmi — Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
1965, 30 September: Kudeta oleh perwira yang berhaluan kiri ditumpas oleh Jendral
Suharto. Pembunuhan massal terhadap tersangka anggota PKI berlangsung sampai
tahun 1966. Pada Maret 1966 PKI dilarang.
1967: Perayaan Imlek di tempat umum dilarang.
1979: Pemerintah menyatakan bahwa Konghucu tidak diakui sebagai agama resmi.
1984, 12 September: Puluhan demonstran Islam yang tidak bersenjata dibunuh oleh
tentara di Tanjung Priok.
1993–1994: Jemaah Islamiyah (JI) didirikan di Malaysia oleh Abu Bakar
Ba’asyir dan Abdullah Sungkar, yang berhubungan dengan Darul Islam.
1997: Konflik antara suku Dayak yang beragama Kristen dan pendatang yang beragama
Islam di Kalimantan Barat.
1998: Krisis ekonomi menimbulkan kerusuhan-kerusuhan yang sering dipelopori
kaum Islam radikal terhadap kaum Tionghoa dan hal-hal ‘haram’ seperti
klab malam.
1999: Konflik antar agama di Maluku, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah. Seringkali
sumber konfliknya adalah sengketa tanah antara orang asli dan pendatang.
2000, 18 Januari: Presiden Abdurrahman Wahid memperbolehkan perayaan Imlek di
tempat umum.
2002, 12 Oktober: Bom Bali menewaskan 202 orang. Tersangka pelaku dikaitkan
berhubungan dengan JI. JI juga diduga terlibat dalam beberapa kasus pengeboman
lain.
2002, 17 Desember: Keputsan Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Imlek
sebagai hari libur nasional.
2006: Departemen Agama menyatakan ada enam agama resmi di Indonesia, termasuk
Konghucu. DPR memutuskan bahwa kolom agama masih tetap di KTP.
Kosa-kata
haram - unclean (opp. halal)
Imlek - Chinese New Year
kudeta - coup d’état
perwira - military officer
tersangka - accused
Tionghoa - Chinese
tonggak - milestone, post
Undang-Undang Dasar - Constitution
|