Apr - Jun 2007

Tonggak-tonggak agama di Indonesia

abad ke-5: Kerajaan Hindu di Jawa barat dan Kalimantan timur.

abad ke-7–abad ke-11: Kerajaan Sriwijaya (Budhis) di Sumatra selatan.

abad ke-8–ke-9: Kerajaan Budhis dan Hindu di Jawa tengah. Candi Borobudur dan Prambanan didirikan.

abad ke-10: Kerajaan Hindu di Bali.

1293: Kerajaan Majapahit di Jawa timur (Hindu).

akhir abad ke-13: Raja di Aceh masuk agama Islam.

1478: Kerajaan Majapahit dikalahkan oleh Kerajaan Demak (Islam).

abad ke-16: Agama Kristen dan Katolik diperkenalkan lewat pedagang Portugal, Spanyol, Inggris dan Belanda.

1912: Muhammadiyah, organisasi Islam massa didirikan.

1920: ISDV (organisasi Marksis pertama di Indonesia) menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

1926: Nahdlatul Ulama, organisasi Islam massa didirikan.

1945, 7 Augustus: Gerakan Darul Islam mendeklarasikan Negara Islam Indonesia.

1945, 17 Augustus: Sukarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Setelah perdebatan yang hangat, bagian yang berbunyi ‘dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ dari Piagam Jakarta tidak tercantum pada Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 (lihat halaman 18). Sila pertama dari Pancasila, ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, berarti Indonesia bukan Negara Islam dan bukan juga Negara Sekular.

1956: Pemberontakan suku Dayak Ngaju menuntut hak atas tanah mereka dan pengakuan agama Dayak.

1965: Penetapan Presiden menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat enam agama resmi — Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

1965, 30 September: Kudeta oleh perwira yang berhaluan kiri ditumpas oleh Jendral Suharto. Pembunuhan massal terhadap tersangka anggota PKI berlangsung sampai tahun 1966. Pada Maret 1966 PKI dilarang.

1967: Perayaan Imlek di tempat umum dilarang.

1979: Pemerintah menyatakan bahwa Konghucu tidak diakui sebagai agama resmi.

1984, 12 September: Puluhan demonstran Islam yang tidak bersenjata dibunuh oleh tentara di Tanjung Priok.

1993–1994: Jemaah Islamiyah (JI) didirikan di Malaysia oleh Abu Bakar Ba’asyir dan Abdullah Sungkar, yang berhubungan dengan Darul Islam.

1997: Konflik antara suku Dayak yang beragama Kristen dan pendatang yang beragama Islam di Kalimantan Barat.

1998: Krisis ekonomi menimbulkan kerusuhan-kerusuhan yang sering dipelopori kaum Islam radikal terhadap kaum Tionghoa dan hal-hal ‘haram’ seperti klab malam.

1999: Konflik antar agama di Maluku, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah. Seringkali sumber konfliknya adalah sengketa tanah antara orang asli dan pendatang.

2000, 18 Januari: Presiden Abdurrahman Wahid memperbolehkan perayaan Imlek di tempat umum.

2002, 12 Oktober: Bom Bali menewaskan 202 orang. Tersangka pelaku dikaitkan berhubungan dengan JI. JI juga diduga terlibat dalam beberapa kasus pengeboman lain.

2002, 17 Desember: Keputsan Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional.

2006: Departemen Agama menyatakan ada enam agama resmi di Indonesia, termasuk Konghucu. DPR memutuskan bahwa kolom agama masih tetap di KTP.

Dikumpulkan dari Ian Chalmers Indonesia: An Introduction to Contemporary Traditions. Oxford University Press; Tempo, Edisi Khusus 2000; dan sumber internet.

Kosa-kata

haram - unclean (opp. halal)

Imlek - Chinese New Year

kudeta - coup d’état

perwira - military officer

tersangka - accused

Tionghoa - Chinese

tonggak - milestone, post

Undang-Undang Dasar - Constitution